Suatu Hari Di Hanoi

Kilas balik ke tahun 2016 kemarin , kami memutuskan untuk backpackeran ke Vietnam. Setelah melalui masa transit yang cukup panjang di Singapore , kami akhirnya sampai juga di Vietnam , ya maklum namanya juga tiket murah meriah. Welcome To Hanoi!

Setelah sempat beberapa kali jatuh bangun kepala tertidur sambil ileran , akhirnya pas membuka mata terlihatlah deretan bukit – bukit hijau dengan sungai – sungai yang lebar , sekaligus menghapus ketakutan saya kalau – kalau sang pilot membawa kami sampai Zimbabwe. Deretan perbukitan hijau itu sekaligus menandakan bahwa pesawat kami kemungkinan sudah memasuki daerah Vietnam Utara , mendekati Hanoi.

Kesan pertama tentang Hanoi , kota Hanoi merupakan sebuah tempat dimana denyut roda kehidupan dan ekonomi sedikit lebih lambat dibanding kompatriotnya di selatan , Ho Chi Minh City. Menyandang status ibukota tidak lantas serta merta mengangkat Hanoi menjadi kota terbesar , melainkan Ho Chi Minh lah yang terbesar sebagai bekas ibukota penjajahan Perancis di Vietnam , dan juga sebagai pusat ekonomi menjadikan Ho Chi Minh City lebih besar , panjang , dan item.

70158686_l

Noi Bai International Airport , Hanoi

Setelah sempat kesasar ke rumah bordil! Uppps…begini ceritanya , dari bandara Noi Bai Airport kami memutuskan pakai taxi untuk ke hotel karena sudah malam juga , sebelum naik kami tanya ke supir taxinya jalan Ngo Huyen , salahnya alamat yang tercetak dalam alpabeth latin bukan alpabeth huruf Vietnam alhasil sang driver ternyata cuma mengangguk – angguk yang akhirnya kami nyasar ke sebuah jalan yang mirip sekali tulisannya tapi beda bacanya. Kami diturunkan disebuah jalan yang gak begitu rame , sedikit remang – remang , kemudian si driver ini turun untuk tanya ke seorang tante girang di pinggiran jalan , untuk menanyakan apakah betul disini alamatnya , kemudian tante itu nunjuk ke bangunan sebelahnya , dalam hati saya cuma mikir kok beda ya sama yang di situsnya , dengan langkah bimbang akhirnya kami berdua menyeret koper kami masuk ke bangunan tersebut. Didalam bangunan tersebut ada seorang penjaga wanita yang bengong melihat kehadiran kami , sejenak melayangkan pandang ke dinding bangunan tersebut terlihat foto – foto gadis gadis muda yang ditempelkan di tembok , dalam hati owalahhh…rumah bordil!

Dengan langkah gontai kami berjalan keluar , dengan penuh keheranan tante – tante yang tadi memberitahu driver petunjuk pun bergegas mendekati kami , sambil bertanya where do you want to go , walahh setelah dicermati baik – baik kemudian dia merasa bersalah karena tahu dia sudah memberikan petunjuk yang salah kami mau ke hotel tapi sang driver taxi bilangnya mau cari kamar buat ngamar , gondesssss , untuk sejenak saya berpikir baru dateng sudah kena kibul di Vietnam…wkwk

Tapi perasaan dongkol tersebut hanya bertahan beberapa detik , dengan sigap sang tante pun turun ke jalan melambaikan tangan kepada setiap taxi yang melintas kemudian ada sebuah taxi yang berhenti dan si tante pun memberi tahu kepada driver dalam bahasa Vietnam untuk menyelamatkan eh mengantarkan kami ke hotel jangan sampai salah , fiuhh lega rasanya kesan pertama yang saya dapati ternyata orang Vietnam ramah dan care juga sama turis , mungkin juga karena kami imut dan ganteng!

Dan akhirnya sampai juga di hostel kami yang berada di suatu “gang” di Hanoi yang bernama Ngo Huyen. Nah Ngo Huyen ini adalah suatu jalan kecil yang lebih mirip kampung sih sebenarnya , cuma dia sepanjang jalan ini berisikan hostel – hostel dan hotel untuk para backpackers jadi bisa dibilang kampung backpackersnya di Hanoi dah!

022-2

Ngo Huyen , Hanoi

Kesan pertama tentang Ngo Huyen ini cukup ramai , banyak hostel/hotel , banyak orang soalnya kalo banyak setan berarti lagi dikuburan! Jalannya agak sedikit sempit sehingga jika motor lewat harus saling berhenti terlebih dahulu mungkin sambil mengedipkan mata , lempar senyum dan sedikit sumpah serapah , hanya Tuhan yang tahu. Masalah baru timbul , kami berjalan dan bertanya hingga ujung jalan Ngo Huyen tetapi tidak ada seorang pun yang memberikan jawaban untuk kami , semua jawaban hanya diakhiri dengan gelengan kepala. Oh Tuhan cobaan apalagi yang kau berikan pada hambaMu ini! Sampai akhirnya ada seorang  mas – mas Vietnam yang mungkin penjaga hotel di sekitaran Ngo Huyen bercelana jeans dan bertelanjang dada nangkring diatas motor menjadi penyelamat kedua kami malam itu , dengan sebuah jawaban ” yu straiikkk left”

Watdefakk….untuk sesaat saya bermeditasi didalam hati dan pikiran untuk memahami mas – mas Vietnam ini , dan pencerahan pun datang ketika kami menemukan sebuah jalan kecil menuju hostelnya. Kevin , ujar sang pemilik hostel sambil menjulurkan lidah tangan , dengan senyuman khas pria Vietnam rambut cepak mata sipit dan rahang kotak! Kebetulan hostel ini seperti kebanyakan hostel backpacker lainnya “nyambi” juga sebagai tour agent , jadi juga jual beraneka rupa paket wisata. Kami memutuskan untuk bertanya – tanya tentang paket wisata ke Halong Bay untuk satu hari tour , untuk sesaat si Kevin hanya tersenyum sambil memperlihatkan giginya yang putih besar berkilau – kilau dan berkata “yu mas bi veli tailed , teik a bat filst” selamat meresapi kata – kata saya. Sayang saya lupa untuk memfoto penampakan makhluk yang satu ini!

Di lain hari kami memutuskan untuk berjalan – jalan disekitaran hostel , kami berjalan menyusuri jalan – jalan besar dan beberapa belokan hingga kami akhirnya tiba di danau Hoan Kiem. Danau Hoan Kiem adalah salah satu spot yang terkenal di Hanoi karena berada dekat dengan Old Quarter nya alias old town lah kurang lebih begitu.

069-2

Hoan Kiem , Hanoi

076-2

Hoan Kiem , Hanoi

057-2.jpg

Hoan Kiem , Hanoi

Udara siang hari di Hanoi cukup terik sehingga menghitamkan rambut kulit kami , untung banyak pepohonan disekitar danau , untuk sejenak kami duduk – duduk sembari memperhatikan orang – orang yang lalu lalang dan kendaraan – kendaraan yang melintas. Segerombolan gadis Vietnam melintas untuk sejenak kami terpana , ya memang gadis – gadis Vietnam , utamanya Vietnam bagian utara memiliki perawakan putih , langsing , cantik dan berlipstikan merah menyala daaaannn berhotpants ria! Asal kamu tahu ya , kalau Hanoi bisa disebut sebagai ibukota hotpants di Asia mulai dari penjual buah , penjual sayur , gadis abg hingga yang mendekati expired pun semua memakai hotpants , camkan itu kisanak!

77032890_l

Ilustrasi Yang Semoga Tidak Membuat Kamu Berpikir Jorok!

Lama merenung kenapa banyak wanita cantik disini , ternyata saya menyadari kalau saya bukan lagi dirumah tapi di Hanoi!

Di sore hari pun , kami menghabiskan waktu di seputaran danau Hoan Kiem ini , banyak deretan pertokoan dan restaurant ataupun kafe disini. Aneka junk food favorit kamu pun bisa kamu temui disini , mulai dari opa – opa berambut putih hingga badut hidung merah yang tidak lucu pun ada disini! Senja berganti malam , kerumunan manusia pun semakin banyak di Hoan Kiem , ternyata oh ternyata Hoan Kiem ini sudah seperti pusat rekreasi manusia manusia di Hanoi jika malam menjelang tiba. Aneka pedagang kaki lima bermunculan bak cendawan di musim hujan. Ratusan pasang muda mudi duduk – duduk di seputaran danau hingga akhirnya ada suara pluuuung!! dari pinggir danau yang membuyarkan konsentrasi kami , dengan segera orang – orang seraya panik menengok ke arah suara tersebut dan apa yang kami takutkan ternyata benar , ternyata itu suara batu yang kecemplung danau.

147-4

Hoan Kiem Junction , Hanoi

Siang hari lainnya , kami menyusuri jalan – jalan di hanoi yang tidak berliku – liku alias lurusan , kami pun berjalan pelan menyusuri jalan demi jalan dibawah terik matahari untuk meminta sedekah menuju ke pasar Cho Dong Xuan yang dalam bahasa portugis artinya Pasar Dong Xuan , membayangkan seperti pasar Chatuchak di Thailand maka anda seperti sedang mimpi basah!

100-2.jpg

Blusukan Di Old Quarter Hanoi

Pasar seni ini satu bangunan dengan pasar lokal jadi jangan heran jika anda melihat pedagang buah , pedagang sayur di sekitaran komplek ini , coba saja ditawar barangkali anda bisa mendapatkan sebuah baju plus bonus sayuran jenis rumput-rumputan 5kilo.

204-2

Cho Dong Xuan , Hanoi

Di lain hari kami menyewa sebuah alat transportasi beroda dua yang disebut sepeda motor , mungkin anda baru tau kan?? Menggunakan sepeda motor curian sewaan , kami berkeliling kota Hanoi , tapi lebih tepatnya cuma disekitaran Old Quarter saja karena kami takut nyasar yang malahan akhirnya sudah sampai rumah di Indonesia!

Imperial Citadel Thang Long begitulah bangunan ini biasa disebut , berdiri gagah selama berabad – abad , beberapa bagian bangunan bahkan sudah ada sejak abad 13 masehi , yang mana saya perkirakan anda mungkin masih berbentuk fosil! Melangkah lebih jauh kedalam menyusuri setiap wc sudut bangunan terasa begitu historik , sambil berandai – andai mungkin saja 6 – 7 abad yang lalu dimana saya berdiri sedang menonton berlangsung peperangan antara dinasti Ming melawan kekaisaran Vietnam , mungkin juga saya yang jadi tahanannya!

237-2

Imperial Citadel Of Thang Long

Berlanjut kebagian dalam , makin kedalam bangunan tampak makin bersahaja alias sederhana , sebenarnya Imperial Citadel Thang Long menjadi pusat pemerintahan kekaisaran kuno di Vietnam sebelum masuknya bangsa Perancis ke kawasan ini. Di sebuah sudut kami dapati beberapa orang sedang menggali ubi batu bata berukuran besar yang diduga sebuah bagian lain dari kompek benteng ini. Bagian dalam terlihat bangunan seperti ala bangunan jaman kolonialis di Indonesia , keren sih!

123

Penggalian Bangunan Yang Masih Tertimbun Di Kompleks Imperial Citadel

124

Bagian Dalam Imperial Citadel Berarsitekturkan Kolonialis Perancis

Sebenarnya masih banyak tempat – tempat menarik yang bisa kita kunjungi di Hanoi dan sekitarnya , cuma waktu yang sebentar membuat kami harus segera berpisah dari kota yang cantik ini , semoga lain kali bisa berkunjung kembali kesini , Farewell Hanoi!

Be Lost Be Wanderer!

Advertisements

Leave a Reply